Lebih Dari Sekadar Camilan: Fakta Unik Mengapa Buah Apel Bisa Mengapung di Air.
Jika Anda pernah mencoba permainan tradisional bobbing for apples di mana seseorang harus mengambil apel di dalam ember penuh air hanya dengan mulut Anda mungkin menyadari satu hal: apel selalu mengapung di permukaan.
Baca Juga:
- Misteri si Kepala Bening: Keajaiban Evolusi Ikan Barreleye
- Menelusuri Jejak Sejarah Kentang: Dari Pegunungan Andes ke Piring Anda
- Panduan Memilih Waring Ikan: Material Awet untuk Pagar dan Budidaya
Fenomena ini mungkin terlihat sepele, namun di balik kemampuan apel untuk tetap berada di atas air, tersimpan rahasia struktur botani yang menakjubkan. Apel bukan sekadar buah yang manis dan renyah; ia adalah keajaiban rekayasa alam yang unik.
Rahasia di Balik Kemampuan Mengapung
Mengapa apel bisa mengapung sementara buah lain seperti anggur atau ceri tenggelam? Jawabannya terletak pada kepadatan atau densitasnya. Sekitar 25% dari volume buah apel sebenarnya adalah udara. Bayangkan apel seperti sebuah spons alami yang memiliki ribuan kantong udara mikroskopis di antara sel-sel daging buahnya.
Kantong-kantong udara ini bertindak layaknya pelampung kecil yang tersebar di seluruh bagian buah. Karena volume udara yang besar ini, massa jenis apel secara keseluruhan menjadi lebih ringan daripada massa jenis air.
Sesuai dengan hukum Archimedes, benda yang memiliki massa jenis lebih rendah daripada air akan selalu terapung. Inilah alasan mengapa meskipun apel terasa padat saat digigit, ia tetap ringan saat berada di dalam air.
Struktur Sel yang Kokoh dan Renyah
Udara di dalam apel tidak hanya membuatnya mengapung, tetapi juga memberikan tekstur "crunchy" atau renyah yang khas. Saat Anda menggigit apel, suara retakan yang memuaskan itu sebenarnya berasal dari sel-sel yang pecah dan udara yang terlepas dari ruang antar sel tersebut.
Selain itu, apel memiliki kulit yang dilapisi oleh lilin alami (kutikula). Lilin ini berfungsi sebagai perisai pelindung yang mencegah air masuk ke dalam daging buah dan mencegah kelembapan dari dalam keluar.
Tanpa lapisan lilin ini, apel akan cepat layu dan kehilangan tekstur renyahnya. Lapisan pelindung ini juga membantu menjaga agar kantong-kantong udara di dalam tetap kering sehingga daya apung apel tetap terjaga.
Mengapa Anggur Tenggelam?
Sebagai perbandingan, buah anggur memiliki kandungan gula dan air yang sangat tinggi dengan ruang udara yang hampir nol di dalamnya. Hal ini membuat anggur lebih padat daripada air, sehingga ia akan langsung jatuh ke dasar wadah. Perbedaan struktur ini menunjukkan betapa beragamnya cara alam merancang setiap buah untuk tujuan bertahan hidup yang berbeda-beda.
Manfaat Kesehatan di Balik Kepadatannya
Selain fakta fisiknya yang unik, apel adalah "pembangkit tenaga" nutrisi. Kandungan serat yang tinggi, terutama pektin, sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Menariknya, udara di dalam apel juga berperan dalam memberikan rasa kenyang yang lebih lama saat kita memakannya, menjadikannya camilan terbaik bagi mereka yang sedang menjaga berat badan.
Kandungan antioksidan seperti kuersetin yang banyak ditemukan di kulit apel juga terbukti membantu melindungi sel-sel otak dan jantung. Itulah mengapa pepatah "An apple a day keeps the doctor away" tetap relevan hingga hari ini.
Apel mengapung bukan karena sihir, melainkan karena desain botani yang cerdas. Kandungan udara sebesar 25% menjadikannya buah yang unik secara fisik sekaligus memberikan tekstur yang nikmat saat dikonsumsi.
Lain kali Anda mencuci apel di dalam wadah berisi air dan melihatnya muncul ke permukaan, ingatlah bahwa Anda sedang melihat bukti nyata dari keunikan struktur selular yang hanya dimiliki oleh segelintir buah di dunia. Apel benar-benar lebih dari sekadar camilan; ia adalah perpaduan sempurna antara sains dan nutrisi.
.png)
0 Response to "Lebih Dari Sekadar Camilan: Fakta Unik Mengapa Buah Apel Bisa Mengapung di Air."
Posting Komentar