HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR WARING SAYUR & WARING IKAN
Menyediakan: waring sayur, karung waring, karung jaring, waring merah, waring kuning, waring ikan, waring pagar, waring hitam, waring keramba, dll.

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
• Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Menelusuri Jejak Sejarah Kentang: Dari Pegunungan Andes ke Piring Anda

Hari ini, kita mengenal kentang sebagai bahan makanan yang sangat umum mulai dari kentang goreng di restoran cepat saji hingga perkedel di meja makan rumah.

Baca Juga:

Namun, sedikit yang menyadari bahwa umbi sederhana ini memiliki sejarah dramatis yang telah mengubah jalannya peradaban manusia. Perjalanan kentang adalah kisah tentang penemuan, penolakan, hingga akhirnya menjadi penyelamat pangan dunia.

Awal Mula di Puncak Dunia

Kisah kentang bermula sekitar 8.000 tahun yang lalu di wilayah sekitar Danau Titicaca, yang terletak tinggi di Pegunungan Andes, perbatasan antara Peru dan Bolivia. Di sana, suku Inca dan nenek moyang mereka adalah orang pertama yang berhasil mendomestikasi tanaman kentang liar.

Bagi suku Inca, kentang bukan sekadar makanan. Mereka mengembangkan cara untuk mengawetkan kentang menjadi chuño kentang yang dikeringkan melalui proses pembekuan alami di malam hari dan penjemuran di siang hari. 

Chuño dapat disimpan selama bertahun-tahun dan menjadi cadangan pangan utama saat musim paceklik. Kentang begitu sakral bagi mereka hingga digunakan sebagai satuan waktu (berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasak kentang) dan objek pemujaan.

Perjalanan Menuju Eropa

Dunia luar baru mengenal kentang pada abad ke-16, ketika penjelajah Spanyol menaklukkan kekaisaran Inca. Para pelaut Spanyol membawa umbi ini menyeberangi Samudra Atlantik sebagai bahan makanan di kapal. Sesampainya di Eropa, kentang tidak langsung diterima dengan tangan terbuka.
Awalnya, masyarakat Eropa memandang kentang dengan penuh kecurigaan. Karena bentuknya yang aneh dan tumbuh di dalam tanah, kentang dianggap sebagai "buah setan" atau penyebab penyakit kusta. Di Prancis, kentang bahkan sempat hanya digunakan sebagai pakan ternak dan tanaman hias karena bunganya yang cantik.

Revolusi Hijau dan Penyelamat Kelaparan

Perubahan besar terjadi pada abad ke-18. Para pemimpin Eropa, seperti Frederick Agung dari Prusia dan Antoine-Augustin Parmentier dari Prancis, menyadari potensi besar kentang. Kentang memiliki nutrisi yang jauh lebih lengkap dibandingkan gandum—mengandung vitamin C, kalium, dan karbohidrat yang cukup untuk menghidupi populasi yang berkembang pesat.

Kentang menjadi pemicu ledakan populasi di Eropa. Tanaman ini jauh lebih efisien karena dapat tumbuh di lahan yang sempit dan cuaca yang buruk. Berkat kentang, angka kelaparan menurun drastis, yang pada akhirnya memberikan tenaga kerja bagi meletusnya Revolusi Industri di Inggris dan sekitarnya.

Tragedi dan Penyebaran Global

Namun, sejarah kentang juga mencatat masa kelam, yaitu Kelaparan Besar Irlandia (Great Famine) pada tahun 1845. Saat itu, penyakit busuk daun yang disebabkan oleh jamur menghancurkan hampir seluruh panen kentang di Irlandia. Karena rakyat terlalu bergantung pada satu jenis kentang, tragedi ini menyebabkan satu juta orang meninggal dan jutaan lainnya bermigrasi ke Amerika Serikat.

Tragedi ini mengajarkan dunia tentang pentingnya keragaman varietas. Sejak saat itu, budidaya kentang terus dikembangkan dengan teknologi modern. Di Indonesia sendiri, kentang diperkirakan masuk pada tahun 1794 di daerah Cimahi dan menyebar ke dataran tinggi lainnya seperti Dieng dan Bromo.

Kentang di Era Modern

Kini, kentang menempati urutan keempat sebagai tanaman pangan paling penting di dunia setelah beras, gandum, dan jagung. Dari laboratorium NASA yang mencoba menanam kentang di ruang angkasa, hingga berbagai variasi kuliner di seluruh dunia, kentang telah membuktikan ketangguhannya.

Perjalanan dari umbi liar di Pegunungan Andes hingga menjadi menu favorit di piring Anda adalah bukti nyata bagaimana sebuah tanaman sederhana bisa mengubah sejarah, membangun kekaisaran, dan memberi makan miliaran manusia. Saat Anda menikmati sepotong kentang hari ini, ingatlah bahwa Anda sedang memakan bagian dari sejarah panjang peradaban dunia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menelusuri Jejak Sejarah Kentang: Dari Pegunungan Andes ke Piring Anda"

Posting Komentar