Meski Bau Menyengat, Mengapa Durian Begitu Diminati Banyak Orang?
Di belahan dunia barat, durian sering kali dijuluki sebagai buah paling kontroversial. Baunya yang tajam kerap dideskripsikan seperti kombinasi bawang busuk, kaus kaki bekas, hingga gas bocor.
Baca Juga:
- Misteri si Kepala Bening: Keajaiban Evolusi Ikan Barreleye
- Menelusuri Jejak Sejarah Kentang: Dari Pegunungan Andes ke Piring Anda
- Panduan Memilih Waring Ikan: Material Awet untuk Pagar dan Budidaya
Namun, di Asia Tenggara, durian menyandang takhta tertinggi sebagai "King of Fruits" atau Raja Buah. Mengapa sebuah buah bisa memiliki dua sisi yang begitu ekstrem: aroma yang dianggap "neraka" oleh sebagian orang, namun rasa yang dianggap "surga" oleh jutaan penggemarnya?
Misteri Aroma yang Menyengat
Para ilmuwan telah lama meneliti apa yang sebenarnya membuat durian memiliki aroma yang begitu dominan hingga mampu menembus tembok beton dan kotak kemasan. Melalui penelitian genomik, ditemukan bahwa durian memiliki setidaknya 50 senyawa kimia yang berbeda secara bersamaan.
Senyawa utama yang bertanggung jawab atas aroma kuat ini adalah senyawa belerang volatil (VSCs). Senyawa ini serupa dengan yang ditemukan pada bawang putih dan telur busuk. Selain itu, durian mengandung senyawa ester yang memberikan aroma buah manis dan keton yang memberikan aroma seperti mentega.
Ketika semua senyawa ini bercampur dan dilepaskan ke udara, hasilnya adalah aroma yang sangat kompleks dan luar biasa kuat. Bagi mereka yang tidak terbiasa, otak akan menangkap sinyal aroma belerang yang tajam sebagai peringatan bahaya atau bau busuk. Namun bagi pecintanya, aroma ini justru menjadi stimulan yang membangkitkan selera.
Rasa Surgawi di Balik Duri Tajam
Begitu seseorang berhasil mengatasi rintangan aromanya dan mencicipi daging buahnya, sebuah pengalaman sensorik yang baru pun dimulai. Durian memiliki tekstur yang unik sangat lembut, creamy, dan padat, hampir menyerupai kustar atau keju lembut.
Rasa durian adalah perpaduan yang sangat kaya antara rasa manis yang dominan, sentuhan rasa gurih (umami), dan sedikit rasa pahit pada varietas tertentu (seperti Musang King atau durian Medan). Kandungan lemak dan gula yang tinggi memberikan sensasi mewah di lidah.
Inilah yang membuat durian begitu adiktif; ia memberikan ledakan rasa yang tidak bisa ditemukan pada buah-buahan lain. Teksturnya yang lumer di mulut sering kali dibandingkan dengan creme brulee atau karamel mentega yang kaya.
Nutrisi di Balik Kelezatannya
Durian bukan hanya tentang rasa dan bau; ia adalah salah satu buah paling bergizi di dunia. Durian kaya akan kalium, serat, vitamin C, dan vitamin B kompleks. Kandungan kaliumnya yang tinggi sangat baik untuk menjaga tekanan darah,
sementara kandungan asam amino triptofan di dalamnya dikenal dapat membantu meningkatkan kadar serotonin dalam otak, yang memberikan efek tenang dan bahagia setelah memakannya. Tak heran jika banyak orang merasa "ketagihan" atau merasa senang setelah menikmati beberapa butir durian.
Fenomena Budaya dan Aturan Unik
Keunikan durian menciptakan budaya tersendiri di Asia Tenggara. Ada ritual khusus dalam memilih durian, mulai dari menggaruk durinya untuk mendengar suaranya, mencium pangkal buahnya, hingga menggunakan air yang dituang ke dalam kulit durian kosong untuk diminum (konon untuk menghilangkan panas dalam dan bau di mulut).
Namun, karena aromanya yang tidak bisa berkompromi, durian menjadi satu-satunya buah di dunia yang memiliki papan larangan khusus. Anda akan menemukan tanda "Dilarang Membawa Durian" di banyak hotel, maskapai penerbangan, dan transportasi umum seperti MRT di Singapura atau kereta api di Indonesia. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh buah ini dalam kehidupan sosial.
.png)
0 Response to "Meski Bau Menyengat, Mengapa Durian Begitu Diminati Banyak Orang?"
Posting Komentar